60 Chapter 60: Keduanya Akan Berjodoh.

"Lanjutkan." Song Tianchen memerintah Xiao 16 untuk melanjutkan ucapannya.

"Istri pertama Song Yuan memintanya untuk membujuk Istri Song untuk menjual Shen Yun dan putranya. Baik Istri Song dan kepala keluarga Song setuju untuk menjual Shen Yun."

Segera tangan Yan Mao memukul meja, ada sedikit retakan di sana. "Sialan Song gemuk itu, tidak hanya dia bahkan pelacur yang dinikahi Song Yuan juga bajingan. Oh, bajingan bertemu bajingan benar-benar cocok."

Song Tianchen memperhatikan istrinya, dia tersenyum. "Jangan khawatir. Kita bisa membelinya untuk menyelamatkan Shen Yun."

Yan Mao menganggukkan kepalanya. "Itu benar. Tapi jika kamu membelinya langsung, mereka akan memberikan harga yang tidak masuk akal. Lebih baik mengawasi mereka."

Song Tianchen setuju dengan apa yang dikatakan oleh istrinya. Dia menganggukkan kepalanya. Kedua anak-anak itu menemukan 4 ekor burung pegar. Yan Mao melihat mereka datang, dia segera tersenyum.

"Oh, lihat apa yang di bawa oleh dua putraku."

Dabao dan Erbao tersenyum malu, mereka membawa banyak burung pegar akhir-akhirnya, secara kebetulan seluruh burung pegar hampir habis.

Yan Mao mengusap kepalanya, dia membawa burung pegar ke dapur dan memanggil Daddy Yan untuk membantunya memasak. Daddy Yan dan Yan Mao bekerja sama. Song Tianchen menatap kearah kedua putranya, "Nak, tidakkah kalian bosan menangkap burung pegar setiap hari?"

Dabao mendekati Ayahnya, "Ayah, kamu melarang kami masuk ke dalam gunung. Bagaimana kami menangkap hewan yang lain."

Song Tianchen menganggukkan kepalanya, "Tidak mudah masuk ke dalam gunung. Jika Daddy kalian tahu bahwa kalian pergi ke gunung, betapa cemasnya dia."

Erbao menganggukkan kepalanya, "Ya, karena itu kami tidak masuk ke gunung lebih dalam."

"Baiklah, besok aku akan melatuh kalian memanah dengan baik."

Baik Dabao dan Erbao langsung bersemangat, tidak lama kemudian, seorang pelayan datang mendekati mereka. Dia menyapa dengan senyuman, "Dua Tuan Muda kecil, Tuan Besar, ada banyak tamu di luar. Mereka mengatakan bahwa kamu mengundang mereka semua."

Song Tianchen menganggukkan kepalanya, "Suruh mereka masuk."

Pelayan segera menganggukkan kepalanya. Dia berlari lebih cepat dan membuka pintu gerbang. Pelayan itu tersenyum ramah, "Tuan-Tuan silakan ikut aku."

Semua tamu mengikuti para pelayan, mereka berjalan menuju tempat santai di mana ada kanopi rumah. Di sana ada meja panjang dengan kursi panjang. Ada juga meja bundar, ketika mereka memperhatikan ini, mereka sedikit terkejut.

Song Tianchen berdiri menyambut kedatangan mereka semua, dia sudah menyiapkan meja yang banyak. "Kalian datang, silakan duduk."

Song Tianchen menatap kearah putranya, "Dabao, Erbao, panggil Paman dan Paman Ger."

Dabao dan Erbao mengadahkan tangannya ke depan dan membungkuk sedikit, keduanya berbicara dengan nada serasi "Paman yang baik, Paman Ger yang baik."

Suara Dabao dan Erbao sangat menyenangkan untuk di dengar. Begitu Dabao dan Erbao tegak kembali. Semua orang memperhatikan bahwa mereka terlihat seperti Song Tianchen. Zhang Hao tersenyum, "Tianchen, putramu benar-benar mirip denganmu. Terlihat bahwa mereka akan menjadi orang Besar di masa depan."

Song Tianchen tersenyum, "Mereka terlahir beruntung, mereka pasti akan menjadi orang Besar di masa depan. Baiklah ayo duduk."

Kursi dan meja sangat panjang, jadi beberapa orang bahkan tidak cukup. Masing-masing mereka duduk bersama pasangannya kecuali Chu Feng dan Wen Baiyu. Hanya mereka berdua yang belum menemukan pasangannya.

Wen Baiyu duduk berdampingan dengan Chu Feng. Song Tianchen tersenyum, "Aku mendengar bahwa kalian membuat pertarungan kembali?"

Wen Baiyu tersenyum, "Hanya melatih otot saja. Tidak diharapkah bahwa Chu Feng biasa-biasa saja. Tidak ada peningkatan sama sekali."

Chu Feng sangat marah, "Bajingan, beraninya kamu mengatakan aku tidak ada peningkatan. Kamu, sangat lemah, bahkan sekarang semakin lemah."

Wen Baiyu menatapnya dengan tajam. "Beraninya kamu mengatakan aku lemah? Kamu sendiri lemah, seperti tanpa tulang."

Song Tianchen, "....." Mereka bertengkar lagi, sepertinya keduanya akan berjodoh.

Chu Feng dan Wen Baiyu saling bertatapan, yang satu melotot, yang lain memberikan tatapan provokasi.

Zhang Hao tersenyum, "Kalian berdua sedang dalam cinta, bukan?"

Baik Chu Feng dan Wen Baiyu menatap dengan marah, "Siapa yang menyukai bajingan Chu Feng. Bahkan jika aku menyukai pria, aku memilih pria lain selain Chu Feng sialan."

Chu Feng segera marah, "Sialan, siapa ingin bersama pria sepertimu. Kamu bajingan sialan. Bahkan jika di dunia ini hanya ada kamu, lebih baik aku melajang seumur hidupku."

Zhang Hao, "....?" Aku hanya bercanda oke.

Wen Baiyu melototinya, Chu Feng membalasnya. Song Tianchen tertawa, "Kalian berdua bukan lagi anak kecil, jadi berhentilah bertengkar."

Keduanya bertengkar setiap kali berbeda pendapat, namun di masa lalu, ketika salah satu dari mereka terluka. Mereka akan panik bahkan memaksa beberapa dokter untuk menyembuhkannya.

Song Tianchen tersenyum, dia tidak mengatakan apapun. Keduanya adalah orang bodoh, jika mereka tidak menyukai satu sama lain, mengapa mereka tetap melajang sepanjang hari. Mereka sudah berusia 20 tahun.

Usia ini sudah cukup tua dan mereka belum menikah.

Yan Mao membawa nampan, dia juga dibantu banyak pelayan membawanya. Ger pelayan juga membantu Yan Mao memasak. Jika tidak, dia tidak akan menyelesaikan semuanya dengan cepat.

Karena Dabao dan Erbao mendapatkan burung pegar kemarin, Yan Mao merendamnya dengan bumbu selama semalaman. Dia mencampurnya dengan tepung kering dan basah bolak balik sampai tepung menjadi padat.

Dia memasukkannya ke dalam minyak panas, menggorengnya sampai ayam menjadi kuning keemasan. Dia mengangkat ayam goreng, dan menempatkannya di nampan yang sudah di hiasi dengan daun selada dan sawi. Beberapa potong mentimun dan juga wortel.

Tidak hanya itu, dia bahkan banyak memasak jenis makanan. Ger yang membantunya tidak bisa menahan diri untuk memuji keahlian Yan Mao. Mereka langsung kagum dengan tuannya. Benar-benar masakan yang enak.

Yan Mao tidak pelit, dia menyuruh mereka untuk mencoba jika mereka mau. Keduanya memakan daging ayam pegar dan tidak bisa menahan diri untuk memujinya.

Begitu Yan Mao membawa nampan berisi ayam goreng dengan sayuran hijau sebagai hiasannya. Dia memiliki senyuman ramah diwajahnya. Dia menyajikan nampan berisi ayam goreng.

Dia mempersilakan semua pelayan menyajikan makanannya. Begitu mata orang-orang menatap kearah makanan. Tanpa sadar mereka menelan ludahnya. Yan Mao tersenyum, "Ayo makan."

Masing-masing mereka mengambil mangkuk nasi, mereka memegang sumpit dan mulai makan. Selera makan mereka Besar, mereka sudah tinggal di kemiliteran, jumlah makanan yang kecil dan membuat mereka merasa kekurangan.

Ketika mereka kembali ke rumahnya, masing-masing mereka makan dalam jumlah yang luar biasa. Untungnya mereka membawa banyak uang ketika pulang ke rumah, jika tidak mereka mungkin di usir dari rumah.

Makanan yang di masak Yan Mao sangat enak. Mereka semua makan dengan kenyang. Chu Feng dan Wen Baiyu makan paling banyak. Song Tianchen berdekatan dengan Yan Mao dan makan bersama.

avataravatar
Next chapter