1 1

perkenalkan aku bernama Hyuga Hinata aku berasal dari gadis miskin yang tidak mempunyai harta berlimpah. orang tuaku hanya seorang petani biasa. tapi aku sangat bersyukur kepada kami-sama karena bisa masuk kesekolah paforit dengan jalur beasiswa dan banyak murid dari orang kaya di sana. sekolahku bernama Konoha high school ( khs ).

" bruk"

" maaf aku tidak sengaja" ujar Hinata

"hm" gumamnya

Hinata masih berdiri mematung memandang punggung lelaki yang di tabrak nya tadi. tentu Hinata tau siapa dia, lelaki bermarga uchiha di juluki pangeran sekolah dengan wajah yang tampan serta kekayaan yang berlimpah, tak heran banyak siswi yang tergila-gila kepadanya.

" Hinata" panggil sakura

" eh, Ano..., ada apa sakura-san" ucap Hinata

" kau sudah mengerjakan pr mu?" tanya sakura

" ........" Hinata hanya mengangguk

" kalau begitu aku lihat" ucap sakura sambil menarik lengan Hinata.

dengan terpaksa Hinata harus mengikuti sakura, selama bersekolah di sini Hinata berteman dengan sakura yang notabane nya siswi tercantik dan terseksi dan anak dari pemilik rumah sakit terbesar di Konoha. bahkan sakura juga berstatus kekasih dari uchiha sasuke. Hinata tau sakura berteman dengan nya karena ingin memanfaatkan dirinya seperti melihat pr, dan menyontek saat ujian. tapi apa daya, hanya sakura lah yang mau berteman dengan dirinya.

setelah pulang sekolah, Hinata selalu membantu Kasan nya bekerja di mention uchiha, bahkan dirinya pun sudah sering menggantikan Kasan nya di sana, tak heran Hinata sedikit mengetahui tentang keluarga Uchiha.

-

-

-

KHS

setelah bel istirahat berbunyi sakura selalu menarik lengan Hinata menuju atap sekolah. seperti biasa di sana terdapat Sasuke, dan teman-teman nya. melihat kemesraan sakura duduk dan mengandeng lengan Sasuke membuat Hinata merasa sesak didalam dadanya. sebenarnya Hinata menyukai sasuke, tapi dirinya sadar siapa dirinya,. hanya seorang anak petani dan pembantu. Hinata hanya menulis di buku diary nya tentang perasaan nya kepada Sasuke.

'' Hinata kau sedang menulis apa" tanya Naruto yang melihat Hinata sedang menulis buku diary nya

" eh..., Ano aku tidak... " ucapannya terputus setelah Naruto mengambil buku diary nya.

Naruto pun membacanya di depan kelas sedangkan Hinata berlari untuk mengambil buku yang dipegang Hinata.

" dear diary, sebenarnya aku menyukai sasuke-kun, tapi aku takut dia menolakku. Sasuke-kun, jika kau mengetahui perasaan ku, aku ingin kau menerimaku menjadi kekasih mu" teriak Naruto

sedangkan semua murid tertawa mendengarnya, bahkan mengejeknya, sedangkan sakura sangat marah mendengar nya, dan menampar pipi Hinata kuat.

" kau tidak pantas untuk sasuke-kun, seharusnya kau bercermin dirimu dulu, kau itu cocok nya sebagai pembantu" ucap sakura marah.

sedangkan Sasuke hanya mengepalkan tangannya kuat menahan amarahnya dan malu.

" awas kau Hyuga" ucapnya.

-

-

-

mention Uchiha

'' Hikari...." panggil mikoto

" iya, ada apa nyonya" ucapnya

" mulai sekarang, kau kupecat. dan jangan pernah muncul di depan mention ku lagi" ucap mikoto.

" maaf, nyonya tapi apa salah saya, sehingga nyonya memecat saya" tanya Hikari

" kau tau, anak mu itu sudah berani menyukai putraku Sasuke, seharusnya kau tau siapa dirimu dan putrimu, apa mungkin kau sengaja menyuruh putrimu untuk menggoda putraku haaaa" bentaknya

" maaf nyonya, saya tidak tau akan hal itu" ucapnya

" dengar kau harus menjaga putrimu untuk tidak mendekati putraku, buang jauh-jauh perasaan bodohnya itu, jika kalian tidak mau berurusan dengan uchiha" bentaknya lagi

" baik nyonya"

" pergi sekarang dari hadapanku" perintahnya

Hikari pun pergi menuju kerumahnya setelah pemecatan dari majikannya. dirinya tidak menyangka putrinya Hinata berani menyukai anak dari majikannya.

" Kasan kau sudah pulang" tanya Hanabi

" dimana nee-san mu" tanya Hikari

" dia ada di kamarnya" ucap Hanabi

" Hinata..." panggil Hikari

" plak ..." Hikari menampar Hinata

" Kasan" tanya Hinata tidak mengerti

" apa yang kau lakukan haaaa" tanya Hikari

" apa maksud kaa-san" tanya Hinata bingung

" kenapa kau bisa menyukai tuan muda haaa, apa kau tidak berfikir akibat perasan bodohmu itu, aku di pecat dari pekerjaanku, sekarang bagaimana dengan keluarga kita, sedangkan tousanmu hanya seorang petani miskin." ucap Hikaru sambil memukul-mukul tubuh Hinata

" Kasan tenanglah " ucap Hanabi untuk menghentikan pukulan Kasan nya.

" dasar anak tidak tau malu, aku menyesal membawamu membantuku kemention itu, gara-gara kau, aku harus menanggung malu atas penghinaannya, bahkan aku di pecat dari pekerjaanku yang sudah 8 tahun bekerja di sana"

" hiks..., maaf kan aku kaa-san" ucap Hinata

" simpan maafmu itu" ucap Hikari langsung pergi meninggalkan Hinata sendiri di kamarnya yang menangis.